Bhayangkara Datang dengan Ambisi Besar
Tim voli Indonesia, Jakarta Bhayangkara Presisi, terlihat sangat serius menghadapi turnamen AVC Champions League 2026. Kompetisi antar klub terbaik Asia ini akan berlangsung di Pontianak pada 13–17 Mei 2026.
Ini menjadi kali ketiga Bhayangkara tampil mewakili Indonesia di ajang Asia. Pada penampilan sebelumnya, mereka sempat jadi runner-up tahun 2023 dan mencapai semifinal pada tahun 2024. Tahun ini, target mereka jelas lebih tinggi: ingin jadi juara.
Diperkuat Banyak Pemain Kelas Dunia
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah skuad Bhayangkara yang dipenuhi pemain bintang internasional. Mereka mendatangkan empat pemain asing terkenal, walaupun nantinya hanya tiga yang boleh bermain bersamaan di lapangan.
Nama-nama seperti Bardia Saadat, Noumory Keita, Rok Mozic, dan Robertlandy Simon membuat kekuatan Bhayangkara terlihat sangat mewah.
Bardia Saadat sendiri tampil bagus di Proliga 2026 dan berhasil mendapat penghargaan sebagai opposite terbaik. Sementara Keita, Mozic, dan Simon dikenal sebagai pemain level dunia yang bermain di liga voli top Italia.
Keita dan Simon Jadi Sorotan Media Korea
Kehadiran Keita dan Simon ternyata menarik perhatian media Korea Selatan, terutama media olahraga MyDaily. Alasannya karena kedua pemain itu pernah bermain di Liga Voli Korea dan punya reputasi besar di sana. Robertlandy Simon bahkan pernah membawa klub Korea menjadi juara dua musim berturut-turut. Sedangkan Keita juga pernah tampil impresif bersama klub Korea lainnya.
Karena itu, media Korea menganggap Bhayangkara bisa menjadi lawan berat untuk wakil Korea nanti.
Wakil Korea Harus Waspada
Di AVC Champions League nanti, Bhayangkara satu grup dengan tim kuat seperti Al Rayyan dari Qatar, Hyundai Capital Skywalkers dari Korea Selatan, dan Zhaiyk VC dari Kazakhstan.
Hyundai Capital sendiri merupakan juara Liga Korea musim 2024–2025. Tapi media Korea menilai perjalanan mereka tidak akan mudah karena Bhayangkara sekarang punya skuad yang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.
Pemain Lokal Juga Jadi Andalan
Selain pemain asing, Bhayangkara juga tetap mengandalkan pemain lokal berkualitas seperti Farhan Halim. Farhan sebelumnya juga sudah pernah membantu Bhayangkara di kompetisi Asia, jadi chemistry dengan tim dinilai sudah cukup bagus.
Kesimpulan
Dengan kombinasi pemain lokal dan bintang internasional, Bhayangkara Presisi terlihat sangat serius mengejar gelar juara Asia tahun ini. Bahkan media luar negeri mulai menaruh perhatian karena kekuatan tim mereka dianggap bisa mengancam klub-klub besar Asia.
Kalau performa mereka konsisten, peluang Bhayangkara untuk membuat sejarah baru di voli Indonesia terbuka cukup besar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!