Dukungan Penuh PBVSI
Federasi Bola Voli Indonesia (PBVSI) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Jakarta Bhayangkara Presisi dalam mempersiapkan diri menghadapi AVC Champions League 2026. Dukungan ini diwujudkan melalui restu atas kebijakan tim milik Kepolisian RI tersebut dalam mendatangkan sejumlah pemain asing kelas dunia untuk memperkuat barisan mereka.
Empat Pemain Asing Kaliber Dunia Didatangkan
Jakarta Bhayangkara Presisi dikabarkan menyusun kekuatan luar biasa dengan merekrut empat bintang voli dunia. Keempat nama tersebut adalah Robertlandy Simon Aties dari Kuba, Noumory Keita dari Mali, Rok Mozic dari Slovenia, dan Bardia Saadat dari Iran.
Robertlandy Simon, yang dijuluki "Simonster," merupakan salah satu pemain posisi middle blocker terbaik sepanjang sejarah voli dunia. Ia memiliki tinggi badan 208 cm dengan kemampuan spike keras, blok yang mematikan, dan lompatan yang mencapai hampir 389 cm.
Sementara Noumory Keita, yang baru saja merampungkan musim gemilang di Italia, diharapkan menjadi mesin pencetak poin utama berkat kemampuan lompatan eksplosifnya. Bardia Saadat yang sudah fasih dengan pola permainan JBP selama Proliga 2026 diharapkan menghadirkan variasi serangan berbahaya dari posisi opposite hitter.
Adapun Rok Mozic merupakan outside hitter muda berbakat asal Slovenia yang lahir di Maribor pada 17 Januari 2002, dan saat ini dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di liga-liga elite Eropa.
Pandangan PBVSI: Bhayangkara sebagai "Miniatur Timnas"
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBVSI, Loudry Maspaitella, mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal berharap Bhayangkara Presisi dapat menjadi semacam versi miniatur tim nasional. Dengan tambahan pemain-pemain bertaraf internasional, PBVSI percaya tim ini berpeluang besar meraih gelar juara.
Loudry menyebut Thailand dan Vietnam sebagai contoh negara yang menerapkan pendekatan serupa, di mana pemain yang biasa membela tim nasional tetap diturunkan dalam turnamen antarklub meskipun membawa nama klub masing-masing.
Ambisi Juara di Kandang Sendiri
Manajer Jakarta Bhayangkara Presisi, Irjen Pol. Pipit Rismanto, menegaskan komitmen timnya untuk memberikan penampilan terbaik demi Indonesia, khususnya bagi warga Pontianak selaku tuan rumah. Dalam proses seleksi pemain, pihak manajemen tidak hanya memprioritaskan kemampuan teknis, tetapi juga mengedepankan mentalitas juara.
Salah satu pemain andalan tim, Rendy Tamamilang, juga menyuarakan tekad serupa. Ia mengingatkan bahwa Bhayangkara Presisi pernah menjadi runner-up pada edisi 2024 dan hanya meraih posisi ketiga pada 2025. Oleh karena itu, tampil di hadapan pendukung sendiri tahun ini menjadi motivasi tambahan untuk merebut gelar juara.
Format Turnamen dan Lawan yang Dihadapi
AVC Men's Volleyball Champions League 2026 akan digelar di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 13 hingga 17 Mei 2026. Sebanyak delapan klub dari berbagai negara Asia akan ambil bagian, dibagi menjadi dua grup masing-masing berisi empat tim.
Jakarta Bhayangkara Presisi tergabung dalam Pool A bersama Al Rayyan dari Qatar, Hyundai Capital Skywalkers dari Korea Selatan, dan Zhaiyk VC dari Kazakhstan.
Indonesia pada edisi 2026 ini menurunkan dua wakil, yaitu Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya. Jakarta Garuda Jaya diproyeksikan sebagai tim pembinaan yang diisi oleh pemain-pemain muda berpotensi, dan mereka akan menghadapi wakil Iran, Foolad Sirjan Iranian, di babak grup.
Pontianak Siap Sambut Voli Kelas Asia
Sebagai kota tuan rumah, Pontianak terus mempersiapkan diri menyambut kedatangan para atlet voli papan atas dari Asia maupun dunia. Penyelenggaraan di GOR Terpadu A. Yani diharapkan mampu mendongkrak semangat berolahraga di Kalimantan Barat sekaligus menjadi sarana promosi wisata olahraga bagi daerah tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!